Bekal anak sekolah

khawatir jika anda tidak punya mbak/pembantu di rumah. Agar urusan bekal anak tidak menghebohkan di pagi hari, ada beberapa tips dari saya (berdasarkan pengalaman dengan 2 anak usia TK) :

  • Tanyakan pada anak sehari sebelumnya, bekal apa yang ingin mereka bawa besok. Sebaiknya diberikan pilihan saja, termasuk cara penyajian yang seperti apa yang mereka inginkan (tentu saja dengan mempertimbangkan bahan makanan yang kita miliki di rumah)
  • Tempat untuk bekal anak masing-masing punya 2 buah, demikian juga dengan tempat air minumnya. Hal ini untuk mengatasi siapa tahu anda lupa mengeluarkan tempat bekal dari tas sekolah sesampainya mereka di rumah. (kalo saya sering banget lupa, baru nyadar pas pagi-pagi, gawat)
  • Selalu sediakan bahan makanan seperti telur ayam/puyuh, mie (kalo bisa jangan mie instan), roti tawar, biskuit, bakso, udang, kentang, tepung untuk goreng. Kalo bisa sih hindari sosis atau nuget
  • Wajib tersedia : mentega, berbagai macam selai (kalau bisa beli yang kemasannya pake plastik, dan simpan dalam satu wadah khusus untuk berbagai selai ini), buttercream, keju parut, keju lembaran, kismis, meisis berbagai warna, permen coklat warna-warni ukuran kecil2.

Pada awalnya saya membiasakan anak dengan bekal biskuit/coklat/kue yang bisa dibeli di swalayan, namun setelah ibu guru Istiqlal membahas permasalahan perilaku konsumtif anak yang ternyata banyak terpengaruh oleh kita (menurut saya, kalo bekal yang dibawa ke sekolah kita beli yang sudah kemasan, akan mempengaruhi anak menjadi suka jajan…mereka berasumsi, mama aja beli ini kok, berarti aku boleh juga dong), hal ini membuat saya memutuskan untuk membuat/menyiapkan sendiri bekal sekolah anak.
Memang sangat banyak buku mengenai bekal sekolah anak…namun buat saya yang memang tidak bisa/kurang suka memasak/tidak ada pembantu pula dengan 3 anak yang semuanya masih balita benar-benar tidak bisa dilaksanakan, meskipun semua yang ada amat sangat gampang dan waktu memasaknya pun cepat.

Contoh bekal favorit:

  • Nasi putih cetak + telur ceplok/dadar + keju, disajikan dengan cara yang dipilih mereka. Kadang nasi dicetak lingkaran, telur juga dicetak segitiga dan dijadikan topi. Menu ini bisa dipilih mereka 2 minggu berturut-turut loh…cuman penyajiannya yang beda-beda. Biasanya dicetak bentuk2 geometris, agar mereka juga sambil belajar mengenal bentuk geometris
  • Roti tawar + selai pilihan, disajikan seperti keinginan mereka. Biasanya mereka menyesuaikan dengan tema yang ada di sekolah. Saya selalu memilih selai dalam kemasan plastik dan ujungnya digunting sedikit sekali, jadi kalau ujung lainnya ditekan bisa untuk menggambarkan bentuk tertentu, seperti bunga, balon, ikan, planet, Ka’bah,dll. Hasil buatan saya ini sebenarnya tidak sebagus buatan ayah Yudi, namun mereka cukup menghargai kemampuan mamanya yang pas-pasan dalam menggambar…
  • Roti tawar + meisis warna, biasanya mereka minta roti diolesin mentega dan kita membentuk gambar dengan meisis warna. Misal gambar rumah, atapnya pake meisis coklat, pintunya hijau, dindingnya orange, pernah juga gambar balon warna-warni, gambar badut,dsb.

Kalo kesiangan….menu andalan telur puyuh goreng (diceplok…jadi telur ceplok kecil-kecil) atau telur ayam ceplok+nasi atau roti sobek-nya Sari Roti yang beli di abang2 lewat”

This entry was posted in Tips Anak, Tips Kuliner. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>